Dalam satu dekade ini para peneliti brand menemukan sebuah frase yang sangat populer, Emotional Brand. Frase tersebut membawa manajemen brand jauh ke pemahaman mendalam mengenai keajaiban sebuah brand yang dikelola dengan sangat baik, tidak heran saat ini kegiatan marketing erat kaitannya dengan bagaimana meletakkan emosi dalam penciptaan suatu citra brand yang diinginkan hingga menciptakan retensi pembelian yang digeneralisasi oleh engagement yang erat antara brand dan konsumen sendiri.

Bila kita membicarakan istilah brand engagement maka mungkin anda akan mengaitkannya dengan apa yang dilakukan oleh brand-brand ekslusif yang mahal ataupun berkualitas tinggi seperti Louis Vuitton, Ferrari, Gucci dan lain-lain. Tidak salah, namun tidak sepenuhnya benar.

Williem J. McEwen Phd. seorang peneliti brand internasional dalam jurnalnya “Getting Emotional About Brand” (2004) mengungkapkan bahwa menciptakan engagement bukan hanya mengenai ekslusifitas yang ditawarkan tetapi juga mengandung unsur finansial, dimana konsumen juga memperhatikan urusan kantong dalam memilih sebuah brand. Sebagai contoh ia mengungkapkan bagaimana brand seperti Walmart yang fokus pada low pricing juga dapat memiliki tingkat engagement yang sangat baik. Hal tersebut mematahkan anggapan bahwa emotional branding hanya dapat dilakukan sekelompok brand ekslusif.

The Gallup Organization, sebuah perusahaan terkemuka yang fokus pada riset mengenai brand mengungkapkan hasil riset mereka, bahwa ada empat tingkatan dalam penciptaan brand engagement.

1. Confidence

Dimana konsumen percaya brand tersebut selalu berkomitmen untuk mewujudkan janji yang dikampanyekan oleh brand tersebut.

2. Integrity

Konsumen percaya bahwa brand tersebut akan selalu memberikan pelayanan terbaik terhadap konsumen, dan selalu bertanggung jawab secara aktif dalam menciptakan produk/layanan terbaik bagi mereka

3. Pride

Sebuah tingkatan yang menggambarkan kebanggan konsumen terhadap brand tersebut diasosiasikan dengan harga diri ataupun kepercayaan diri sewaktu menggunakan brand tersebut.

4. Passion

Konsumen percaya bahwa brand tersebut tidak tergantikan

Keempat tingkatan tersebut memberikan gambaran yang pintar mengenai dimana brand anda pada saat ini? Dimana setiap level yang diutarakan di atas memiliki tingkat kesulitan dan pendekatan yang berbeda-beda karena creating emotion is long term goal, we should be well organized and patient.

Pertanyaannya adalah “berada dimanakah brand anda pada saat ini?” (Dianta Hasri)