Persaingan bisnis yang semakin berdarah pada saat ini, memaksa brands di dalam sebuah pasar dan produk yang sama membuat setiap perusahaan berusaha mendapatkan posisi bersaing terbaik di benak konsumen baik dari segi tangible dan intagible dan dalam mendapatkan keunggulan bersaing tidak jarang banyak perusahaan-perusahaan akhirnya melakukan reposisi brand mereka.

Lamb, Hair, dan McDaniel (2009) menulis bahwa “Repositioning is changing consumers’ perceptions of a brand in relation to competing brands”. Membawa konsumen kepada suatu khazanah baru atas brand anda. Hal tersebut dapat diwujudkan dengan strategi marketing, dan pengembangan produk yang anda lakukan.

Repositioning berdiri dalam batasan strategis. Bagaimana cara sebuah brand berkomunikasi dengan pasar, tampilan visual sebuah produk, tagline yang digunakan, bahkan hingga saluran distribusi yang dilakukan disesuaikan dengan imej baru yang hendak dibawa ke pasar.

Mengubah persepsi konsumen adalah sebuah langkah yang cukup sulit karena adanya mind gap, ataupun lack of intention dari market yang anda sasar, sehingga eksekusi marketing campaign yang anda lakukan sangat penting untuk diperhatikan, don’t need to be massived, but effective. Efektif disini adalah cukup lakukan pendekatan dengan target market anda and lingkaran influencers yang mengikuti.

Namun di samping alasan diatas, ada beberapa sudut pandang yang dapat saya jabarkan disini mengapa anda perlu untuk melakukan re-positioning dari sudut pandang konsumen:

1.Brand is personalizing me

Anda mungkin sering mendengar istilah bahwa kelas atau kepribadian seseorang ditentukan dari produk yang ia gunakan. Mengapa dapat timbul istilah tersebut? Karena pada tahapan tersebut brand telah mampu melakukan personifikasi dari profil target market mereka. Sehingga selanjutnya timbul adanya brand loyalist ataupun evangelist.

Hal di atas menjadi sebuah hal yang sangat baik dimiliki oleh sebuah brand, namun di satu sisi tantangannya adalah people changes. Perubahan adalah sesuatu kemutlakan yang terjadi dalam kehidupan. Konsumen anda pada saat ini belum tentu adalah konsumen anda yang sama di 5 sampai 10 tahun kedepan, mereka juga mengalami peningkatan kualitas hidup, perbedaan selera, perubahan komunitas, dan sebagainya yang membuat ikatan dengan brand anda mengalami distraksi yang cukup kuat. Intinya disini adalah anda tidak mungkin statis pada saat konsumen anda dinamis.

Beberapa hal yang anda harus perhatikan dari perubahan dinamis konsumen adalah gaya hidup, tingkat ekonomi, daya beli, kebiasaan mereka, pergerakan komunitas yang berkaitan, hingga pengaruh-pengaruh sosial yang mungkin muncul seperti icon dan tren.

2.I have more options to buy

Konsumen memiliki banyak pilihan brand lain dengan produk serupa, dan produk lain melakukan banyak hal untuk membuat mereka menjadi pilihan pertama ataupun kedua bagi konsumen yang sama. Di satu sisi ini mungkin brand anda akan berada di sebuah persaingan yang tidak efisien bagi bisnis anda, dan cara yang paling efisien dan efektif terkadang adalah anda harus mereposisi brand anda sehingga anda akan menciptakan sebuah demand baru di pasar. Dimana kedepannya pasar akan lebih tersegmentasi, business will play in narrow segment to develop.

Untuk menang di persaingan dibutuhkan sebuah persepsi pasar yang mendukung keberadaan brand anda. Pada saat ini bila anda merasa brand anda tidak memiliki kemampuan untuk berbicara lebih banyak di pasar, mungkin dapat anda pikirkan untuk mereposisi brand anda dan ingat apa yang anda lakukan untuk brand anda pastikan bukan untuk target jangka pendek, namun untuk pencapaian jauh ke depan. Karena brand equity tidak dibangun dalam satu malam.

Pertanyaannya, bagaimana dengan brand anda? (Dianta Hasri)