Fokus. Itulah satu karakter yang sangat menentukan dalam tahapan ini. Dalam tahapan ini seorang pengusaha baru mungkin merasakan bagaimana dinamisnya bisnis yang dia lakukan, apakah dia merasakan keberhasilan, kegagalan ataupun mungkin masih bingung apakah proses bisnis yang dia jalankan telah cukup baik atau tidak. Intinya dalam tahapan ini banyak pengusaa baru yang mulai ragu atas perjalanan bisnisnya.

Keadaan di atas tentu saja ditentukan oleh dua faktor utama, yaitu: revenue dan expenses. Kedua hal tersebut ibaratnya bahan bakar dan motor bisnis Anda, tanpa pemasukan yang mencukupi bisnis Anda akan tersendat-sendat.

Beruntung bagi anda yang mungkin dalam tahapan ini bisnisnya telah memberikan hasil yang baik, namun fokus saya pada tulisan kali ini adalah bukan kepada kedua hal di atas yang telah saya sebutkan, namun lebih kepada efektifitas proses bisnis Anda baik Anda yang telah mendapatkan hasil yang baik ataupun yang tidak. Don’t focus to the problem, but the critical metrics.

Define your Critical Metrics

Pada saat anda menghadapi suatu permasalahan apapun, Anda harus dapat melihat the whole system dengan menggunakan helicopter view untuk menentukan critical metrics. Secara umum untuk menentukan critical metrics pada suatu permasalahan, dapat dijabarkan dengan menggunakan sebuah cara mudah yang saya sebut Simplified Methode. Ada 3 bagian utama yaitu Input, Process, dan output.

Input Stage. Tahap ini adalah mengenai metric-metric apa yang berkaitan dengan bisnis Anda secara langsung. Misalkan distribusi bahan baku, Legal, environment, supplier payment.

Process Stage. Pada tahap ini berbicara mengenai efektifitas dan efisiensi proses bisnis yang terjadi, baik secara teknis ataupun administratif.

Output Stage. Tahap ini kita akan mendefinisikan bagaiman penyebaran produk kita, penyerapan, promosi, dan lain-lain.

Make Priorites of Action

Setelah Anda melakukan penjabaran atas metrics yang berpengaruh langsung terhadap bisnis Anda maka selanjutnya buat skala prioritas dari masing-masing divisi, semakin cepat Anda menanganinya maka akan semakin baik. Usahakan setiap divisi anda membuat skala prioritas satu demi satu. Sehingga perbaikan yang Anda lakukan dapat paralel di beberapa bidang dengan fokus yang sama baiknya karena setiap divisi mempunyai PIC nya masing-masing. (Dianta Hasri)